2016 Badan Pusat Statistik (BPS) Membutuhkan 400 Ribu Pekerja dengan Upah 2.3 - 3 Jt/Bulan

NewsIndo.co - Badan Pusat Statistik (BPS) membutuhkan dana sekira Rp3,4 triliun untuk sensus ekonomi 2016. Pasalnya, sekira 28 juta jenis usaha akan disensus pada tahun depan.


Kepala BPS Suryamin menyatakan, dari Rp3,4 triliun, dikhawatirkan BPS akan memotong anggaran untuk sensus tersebut.


"Anggaran sensus Rp3,4 triliun. Tapi ada pemotongan. Kan semua Kementerian Lembaga dapat pemotongan," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (14/9/2015).


Jika dibandingkan periode sensus sebelumnya pada 2006 lalu, Suryamin menyatakan, besaran anggaran jelas sangat berbeda. Pasalnya saat ini jumlah perusahaan yang akan disensus lebih banyak dibanding 10 tahun lalu.


"Kalau 10 tahun lalu ya belum seperti ini. Perbandingan sensus pertanian saja di atas Rp3 triliun," tambah dia.


Menurutnya, sekira 20 hingga 25 persen jumlah unit usaha meningkat. Sehingga, diprediksi ada 28 juta perusahaan yang akan disensus.


"Pertanian 26 juta. Itu usaha yang ada di Indonesia bisa menggerakkan ekonomi. Nanti kita lakukan sampai 2018, sampai analisis. Tapi 2016 yang besar-besarannya dirilis akhir tahun. Setelah itu baru indeksnya mudah-mudahan pertengahan 2017 sudah ada permasalahannya apa," tutup dia.




[caption id="attachment_204" align="aligncenter" width="850"]2016 Badan Pusat Statistik (BPS) Membutuhkan 400 Ribu Pekerja dengan Upah 2 2016 Badan Pusat Statistik (BPS) Membutuhkan 400 Ribu Pekerja dengan Upah 2[/caption]

Dengan Perkembangan Ekonomi ini Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku membutuhkan 400 ribu tambahan tenaga kerja pada 2016 mendatang. Hal tersebut dikarenakan adanya sensus ekonomi yang akan dilakukan BPS pada Mei 2016.


Kepala BPS Suryamin mengatakan, sensus ekonomi yang akan dilakukan pihak BPS nantinya akan menciptakan lapangan kerja. Meski demikian, pekerja tambahan tersebut hanya dibutuhkan sementara.


"Dia dikontrak sekian lama dan dapat honor. Jadi nanti kita merekrut sekira 400 Ribu pegawai tambahan," kata Suryamin saat ditemui di kantornya, Senin (14/9/2015).


Hal tersebut, lanjut Suryamin dikarenakan pihak BPS tidak mampu melakukan pekerjaan tersebut tanpa bala bantuan. Pasalnya, sensus ekonomi merupakan sensus paling kompleks di antara sensus lainnya.


"Personil kita enggak mampu. Makanya butuh tambahan," jelas dia.


Nantinya, pekerja tambahan tersebut, kata Suryamin, akan mendapat honor per bulan sekira Rp2,3 juta hingga Rp3 juta. Adapun jam kerjanya menyesuaikan dengan pihak perusahaan yang didata.


"Honor pendata itu sebulan Rp2,3 juta hingga Rp3 juta. Dan itu jam kerja juga. Karena perusahaan jam tujuh malem sudah tutup. Yang penting respon dari pengusaha. Karena data ini akan digunakan pengusaha juga," tutup dia.


sumber : economy.okezone.com

Subscribe to receive free email updates: