FroMPiBI : TPL (PT Toba Pulp Lestari,Tbk) Bukan Perusak Lingkungan Danau Toba

Newsindo.co - Industri pulp tersebut, TPL (PT Toba Pulp Lestari,Tbk) salah satu dari delapan investasi yang dihujat terus tanpa dasar oleh kelompok yang menamakan diri "aliansi Jalin Toba" sebagai "perusak lingkungan" serta "perampas tanah-tanah ulayat masyarakat."


Investasi lain korban hujatan ialah: Inalum (industri peleburan aluminium di Kuala Tanjung, kabupaten Batubara, dengan PLTA-nya memanfaatkan air Danau Toba sebagai pemutar turbin di Siruar dan Tangga). Kemudian Aquafarm (perusahaan budidaya ikan memakai jaring apung), Allegrindo (peternakan) dan Japfa (peternakan), ketiganya masuk wilayah administrasi Simalungun). Selanjutnya Gorga Duma Sari (agrobisnis) di Samosir, Dairi Prima Mineral (pertambangan) di Dairi, dan MIL (industri pariwisata) di Karo.




[caption id="attachment_48" align="aligncenter" width="850"]FroMPiBI TPL PT Toba Pulp Lestari,Tbk Bukan Perusak Lingkungan Danau Toba FroMPiBI TPL PT Toba Pulp Lestari,Tbk Bukan Perusak Lingkungan Danau Toba[/caption]

Frompibi (Front Mahasiswa Pemuda Pemudi Batak Indonesia) yang berkunjung dan menyampaikan pernyataan itu berasal dari Unimed (Universitas Negeri Medan), UHN (Universitas HKBP Nommensen), ISTP (Institut Sains dan Teknologi Perteksilan TD Pardede) dan UDA (Universitas Darma Agung). Inilah kunjungan ke-6 kelompok kritis dan terdidik ke TPL sejak akhir Mei lalu, meliputi: delapan SB (serikat buruh) dan SP (serikat pekerja) level provinsi, aktivis GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia), aliansi mahasiswa delapan kampus di Medan, serta civitas akademika Fakultas Pertanian USI (Universitas Simalungun). Mereka ingin mengecek di lapangan apakah isu-isu negatif yang dilontarkan kaum anti-investasi itu beralasan.


Usai meninjau, baik di kompleks pabrik (proses produksi, pengolahan limbah cair - gas - padat, pembibitan) dan di konsesi HTI (hutan tanaman industri), hampir seluruh pengunjung menarik kesimpulan serupa, yakni: TPL adalah perusahaan yang beroperasi secara legal, serta disiplin menjalankan usahanya dengan memedomani seluruh peraturan yang berlaku. Sebagian besar pengunjung bahkan mengapresiasi berbagai penghargaan (award) yang diterima perusahaan seperti: ISO 9000 dari SGS (mutu produksi), ISO 14000 dari SGS, Proper Hujau dari Kemeneg LH (mutu manajemen lingkungan), SMK-3 (manajemen ketenagakerjaan), dan PHLP, SVLK (manajemen kehutanan). Meski demikian, tetap ada yang memberikan kritik menyangkut dana pemberdayaan masyarakat (CD - community development) agar distribusinya "lebih adil dan proporsional." Ringkasnya, para pengunjung tidak menemukan di lapangan semua hal negatif yang dilontarkan kaum anti-investasi.


Akhir Mei, ketika menyelenggarakan demo besar ke DPRD Sumut, sebanyak 36 elemen SB dan SB level provinsi justru menjadikan "Hentikan Kriminalisasi Investasi di Seputar Danau Toba" sebagai salah satu tema, karena dapat berdampak buruk pada dunia ketenagakerjaan.




[caption id="attachment_51" align="aligncenter" width="850"]FroMPiBI TPL PT Toba Pulp Lestari,Tbk Bukan Perusak Lingkungan Danau Toba at newsindo Rombongan FroMPiBI Study Tour ke TPL Porsea, Sumatera Utara[/caption]

Kunjungan Frompibi dikoordinir Sorimuda Siregar (Unimed). Ia mengatakan secara kasat mata sistem manajemen industri TPL cukup baik. Namun soal pengelolaan limbah dia belum bisa mengeluarkan pernyataan sebelum hasil uji laboratorium di Unimed dan Sucofindo mereka terima.


Dalam kunjungan Rabu (5/8/2015) para mahasiswa (jurusan Hukum, Asdministrasi Bisnis dan Pendidikan) tersebut berkesempatan menyaksikan pusat pembibitan yang mampu menghasilkan 2 juta bibit ekaliptus (Eucalyptus sp) per bulan sebagai tanaman pokok HTI, serta sekitar seribu bubit haminjon (kemenyan) untuk ditanam bersama masyarakat dan juga dibagi-bagikan kepada petani secara gratis. Pembibitan unggul mengadopsi teknologi kloning (clone).


Direktur TPL, Leonard Hutabarat, yang melayani kunjungan para mahasiswa berpendapat adalah perlu kaum terdidik mengetahui sistem produksi yang dijalankan perusahaan-perusahaan di kawasan Danau Toba, termasuk TPL, dalam menghasilkan suatu produk. Lebih penting lagi ialah untuk mencocokkan apa yang diisukan secara negatif oleh kaum anti-investasi dengan fakta-fakta lapangan. "Kaum terpelajar tidak boleh membiarkan dirinya buta-industri. Terutama supaya jangan menjadi korban-pembohongan oleh siapa pun," katanya. Pihak perusahaan selalu terbuka untuk siapapun yang ingin menyaksikan sendiri sistem yang dijalankan, termasuk pengolahan limbah, agar tidak terjadi kesalahpahaman informasi.


Pada akhir kunjungan, Sekretaris Frompibi Jayan Tamba tidak ragu-ragu meminta pemerintah agar mendukung terus perusahaan yang menaati peraturan pemerintah, dan berharap lebih aktif menangani konflik sosial yang sering terjadi. Dia juga berharap perusahaan di daerah Tapanuli menjaga kearifan lokal.


Oleh : Sorimuda Siregar / Pintor

Subscribe to receive free email updates: