Bahaya Minum Kopi Pagi Hari Bagi Kesehatan

Newsindo.co - Minum kopi di pagi hari menjadi kebiasaan begitu banyak orang untuk mengusir kantuk saat bekerja maupun menjalankan aktivitas lainnya. Waktu ini dinilai tepat karena membuat mereka lebih prima. Tapi ternyata, pagi hari sebenarnya salah satu saat terburuk dalam sehari untuk anda minum kopi.


Alasannya? Karena tingginya tingkat kortisol dalam tubuh kita di pagi hari.


Seperti yang kita ketahui bahwa mengonsumsi kafein ketika kadar kortisol tinggi menciptakan dua masalah. Salah satunya adalah bahwa kafein mengganggu produksi kortisol di dalam tubuh, hormon ini yang dilepaskan oleh tubuh dalam respon terhadap stres dan glukosa darah pada kadar yang rendah. Tubuh pada akhirnya memproduksi kortisol yang rendah dan lebih mengandalkan kafein untuk mengompensasi hal yang terjadi.


Efek lain dari minum kopi di pagi hari adalah meningkatkan toleransi seseorang terhadap kafein karena menggantikan kortisol yang disebabkan dorongan alami yang memang merupakan respon dari tubuh.


Ingatlah bahwa kadar kortisol tinggi pada tiga kali dalam sehari, bukan hanya pagi hari saja.


Menurut sebuah studi 2009 yaitu pada malam dan dini hari. Jadi waktu terbaik untuk minum kopi - atau kafein secara umum - adalah antara 10 pagi dan siang, dan 14:00-17:00


Peminum kopi pagi harus mempertimbangkan menyesuaikan jadwal mereka untuk lebih mengoptimalkan asupan kafein mereka.


Secangkir kopi di pagi hari pada dasarnya merupakan sebuah sugesti yang diterima oleh penikmat kopi untuk membuat dirinya lebih prima.




[caption id="attachment_370" align="aligncenter" width="850"]Bahaya Minum Kopi Pagi Hari Bagi Kesehatan Bahaya Minum Kopi Pagi Hari Bagi Kesehatan[/caption]

KORTISOL


Kortisol atau dikenal juga dengan glukokortikortropik hormon adalah kelompok hormon steroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal bagian korteks ginjal yang juga dipengaruhi oleh master gland “hipotalamus”. Hipotalamus mensekresikan hormon pembebas kortikotropik yang akan merangsang melalui kelenjar hipofisis (pituitari). Selanjutya pituitary merespon perintah dari hipotalamus dengan mensekresikan hormon ACTH yang akan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormon – hormonnya salah satunya adalah kortisol. Pelepasan hormon adrenal ini masih berkaitan dengan kondisi yang mencekam, “stres”, sesuatu yang dapat meningkatkan pelepasan hormon – hormon adrenal. Berikut akan diuraikan mengenai peranan dan fungsi hormon kortisol dan pengaruhnya terhadap metabolisme tubuh.

FUNGSI KORTISOL


Pengaruh utama kortisol adalah pada metabolisme glukosa di dalam tubuh. Kortisol berfungsi untuk meningkatkan kadar glukosa di dalam tubuh dengan membantu mobilisasi glukagon dari pankreas, serta meningkatkan metabolisme pembentukan glukosa dari bahan non-karbohidrat (lemak dan protein). Dalam kondisi yang mencekam (stress), tubuh cenderung memiliki laju metabolisme yang tinggi, oleh karena itu dibutukan begitu banyak glukosa sebagai bahan bakar pembentuk energi. Kortisol membantu penyediaan akan kebutuhan glukosa yang meningkat. Kortisol akan mempengaruhi sel –sel otot yang akan merangsang perombakan protein otot. Hasil perombkan ini dibawa menuju hati dan ginjal untuk dibentuk glukosa (oleh glukagon) lalu dibebaskan ke darah. Kortisol dapat menghabiskan gula cadangan dari dalam sel otot termasuk senyawa non karbohidrat untuk diubah menjadi glukosa, namun dengan demikian kadar glukosa darah meningkat.Pada sistem peredaran darah, kortisol sangat penting guna memebnatu mempertahankan keseimbangan tekanan darah dengan memelihara kepekaan pembuluh darah dari pengaruh hormon adrenalin lainnya. Kortisol juga berperan dalam meningkatkan rangsang pada sel –sel saraf serta memicu terjadinya apoptosis (kematian jaringan yang tidak dibutuhkan). Kortisol memiliki efek negatif pada jaringan tulang. Kortisol menghambat penyerapan senyawa kalsium dari saluran pencernaaan dan saluran tubulus ginjal. Dengan demikian, dapat menghambat penulangan pada tubuh. Kortisol sangat penting dalam perkembangan sistem saraf, indera, saluran pernafasan serta pencernaan pada janin. Kortisol dapat juga digunakan untuk mengatasi peradangan yang terjadi pada tubuh seperti radang sendi (artritis). Namun demikian penguunaan kortisol yang berlebih dapat menimbulkan reaksi peningkatan terhadap infeksi dan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi kortisol ialah:

1. Meningkatkan kadar glukosa darah
2. Merangsang perombakan senyawa non karbohidrat (protein dan lemak) menjadi glukosa
3. Mempertahankan tekanan pembuluh darah
4. Mempercepat impuls saraf
5. Merangsang pembentukan sistem saraf dan indera pada janin


sumber : klikdokter.com

Subscribe to receive free email updates: