Bertepatan Deadline PT FREEPORT, Pasca Ledakan BOM di Sarinah, IHSG Anjlok 1,72%

Newsindo.co - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan siang hari ini terus bergerak di zona merah mengekor bursa saham Asia yang juga berguguran. 


Menjelang siang, IHSG langsung anjlok merespon ledakan bom di Kawasan, Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.


Pada perdagangan preopening, IHSG bergerak turun 44,396 poin (0,98%) ke 4.492,783.


Mengawali perdagangan Kamis (14/1/2016), IHSG dibuka melemah 44,40 poin (0,98%) ke 4.492,78.


Hingga pukul 11.29 waktu JATS, IHSG langsung anjlok 50,258 poin (1,12%) ke 4.483,110 merespon ledakan bom di Kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat.


Pada perdagangan sesi I, IHSG ditutup anjlok 77,859 poin (1,72%) ke 4.459,320. Sementara indeks LQ45 ditutup merosot 17,830 poin (2,25%) ke 775.471.


Dolar AS bergerak di level Rp 13.940 siang ini.


Sebanyak 38 saham naik, 214 saham turun, dan 54 saham stagnan. Total frekuensi yang diperdagangkan mencapai 120.966 kali, total volume 2,060 miliar saham, nilainya Rp 2,879 triliun.


Seluruh sektor kompak memerah. Pelemahan tertinggi terjadi di sektor industri dasar yang turun hingga 3,02%.


Saham-saham yang masuk dalam jajaran top gainers adalah LPIN naik 450 poin (8,11%) ke Rp 6.000, ASRM naik 100 poin (4,55%) ke Rp 2.300, ISAT naik 50 poin (0,93%) ke Rp 5.450, dan BCAP naik 30 poin (1,88%) ke Rp 1.625.


Sementara saham-saham yang masuk dalam jajaran top loser adalah GGRM turun 1.725 poin (3,09%) ke Rp 54.175, HMSP turun 875 poin (0,96%) ke Rp 90.500, INTP turun 700 poin (3,46%) ke Rp 19.550, dan SMGR turun 550 poin (5,05%) ke Rp 10.350.


Berikut kondisi bursa saham regional siang ini:




  • Indeks Nikkei 225 turun 744,19 poin (4,20%) ke 16.946,86

  • Indkes Hang Seng turun 325,92 poin (1,63%) ke 19.608,96

  • Indeks SSE Composite turun 27,67 poin (0,94%) ke 2.921,93

  • Indeks Straits Times turun 50,77 poin (1,67%) ke 2.645,00


[caption id="attachment_434" align="aligncenter" width="850"]Deadline FREEPORT, Pasca Ledakan BOM di Sarinah, IHSG Anjlok 1,72% Deadline FREEPORT, Pasca Ledakan BOM di Sarinah, IHSG Anjlok 1,72%[/caption]

Sementara Deadline PT Freeport Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menerima penawaran divestasi saham PT Freeport Indonesia (PT FI) sebesar 10,64 persen.


Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot mengatakan pihak Freeport kemarin sudah memberikan penawarannya sebesar 10,64 persen.


"Jadi Freeport telah mengirim surat kepada Menteri ESDM dan kami telah terima kemarin," kata Bambang saat konferensi pers di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/1/2016).


Bambang menjelaskan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, yang dinyatakan Freeport wajib mengajukan sisa penawaran sahamnya yakni sebesar 10,64 persen paling lambat 14 Januari 2016 ini sudah dipenuhi. Pihak Freeport menawarkan untuk saham sebesar 10,64 persen tersebut sekitar USD1,7 miliar.


"Mereka telah menawarkan sahamnya yang sesuai dengan kewajiban Peraturan Pemerintah Nomor 77 Tahun 2014 dimana mereka harus menawarkan 10,64 persen. Kemudian yang 10,64 persen menjadi USD1,7 miliar," jelas dia.


Bambang melanjutkan, dalam surat penawaran Freeport tersebut juga tertera total seluruh saham yakni sebesar USD16,2 miliar.


"Dan tentunya di dalam penawaran tersebut juga disampaikan besarannya yang 100 persen adalah USD16,2 miliar," pungkas dia.

Subscribe to receive free email updates: