Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Pengangguran di Batam Capai 120 Ribu Orang


Newsindo.co - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri awalnya menyebut jumlah pengganguran di Batam mencapai 100 ribu orang. Namun data terbaru Apindo, jumlah pengangguran ternyata jauh lebih besar, mencapai 120 ribu orang.


"Saya tak yakin dengan data Pemko Batam yang menyebut pengangguran hanya ada 20 ribu orang, yang benar itu 120 ribu orang," ujar Ketua Dewan Pembina Apindo Kepri dan Batam, Abidin Hasibuan kepada batampos.co.id, Senin (15/2/2016).


Abidin menyebut, jumlah pengangguran itu tak hanya muncul dari pendatang baru yang mencari pekerjaan di Batam, tapi lebih banyak karena akumulasi perusahaan tutup dan kontrak pekerja yang tidak diperpanjang.


Menurutnya, krisis global yang terjadi saat ini memang sangat memukul sektor industri manufaktur atau padat karya di Batam. Terutama industri shipyard dan elektronik. Abidin menyebut, hingga saat ini, sekitar 70 persen perusahaan shipyard di Batam masih sepi order. Apalagi sektor migas saat ini sedang lesu akibat menurunnya harga minyak dunia, sehingga pesanan kapal menurun.


Sementara industri elektronik, ada 30 persen yang belum mendapatkan order. Kondisi ini juga membuat penerimaan pekerja baru tidak lakukan. Hanya perusahaan yang sudah mendapat order berani menambah pekerja, itupun dalam jumlah yang sangat terbatas.




[caption id="attachment_609" align="aligncenter" width="850"]Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Pengangguran di Batam Capai 120 Ribu Orang Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Pengangguran di Batam Capai 120 Ribu Orang[/caption]

Efisiensi, kata Abidin, pasti dilakukan perusahaan-perusahaan tersebut untuk bisa bertahan. Termasuk tidak memperpanjang kontrak ribuan karyawannya.


Ironisnya, kata Abidin, disaat pengangguran membludak, Pemerintah Kota Batam masih saja memberikan ruang perundingan pada sekelompok buruh yang demo meminta upah sektoral atau kelompok 2016 diberlakukan berdasarkan kesepakatan Dewan Pengupahan Kota Batam. Padahal penghitungan upah berdasarkan PP 78 tahun 2015 yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat sudah tepat.


"Kami sangat kecewa pada Wali Kota Batam kalau memberikan rekomendasi lagi ke gubernur untuk mengeluarkan SK pemberlakukan upah sektoral 2016," ujar Abidin.


Menurut Abidin, perusahaan di Batam bisa membayar upah sesuai UMK yang telah ditetapkan sudah bagus. Bahkan, tidak melakukan PHK juga sudah sangat bagus.


"Harus bijaklah, saat ini pengangguran sudah 120 ribu, mereka semua butuh pekerjaan, jangan ditambah lagi dengan membuat keputusan yang memberatkan dunia usaha yang bisa berujung perusahaan tutup atau melakukan PHK. Gunakan hati nurani, masyarakat butuh pekerjaan, bukan minta upah tinggi," tegas Abidin.


Contoh paling nyata, kata Abidin, saat Sumitomo membuka lowongan, dari 80 orang yang dibutuhkan, yang mendaftar ribuan orang. "Ini fakta, nyata, jadi sudahlah, jangan terlalu diberi ruang 12 orang yang sering mengomandoi demo di Batam itu, kasihan ribuan masyarakat kita itu yang butuh pekerjaan," ujarnya.


source : Kontrak Kerja Tidak Diperpanjang, Pengangguran di Batam Capai 120 Ribu Orang



Subscribe to receive free email updates: