Puluhan Hotel Di Batu Aji Tak Bayar Pajak Juga Meresahkan Masyarakat

Newsindo.co - Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Marlon Brando Siahaan meminta pemerintah menertibkan hotel melati di kawasan Batu Aji. Sebab keberadaannya bukan hanya merugikan pemerintah, karena tak membayar pajak. Namun juga meresahkan masyarakat sekitar.


"Karena sering dijadikan tempat mesum pasangan kumpul kebo," ujar Marlon Brando, Selasa (16/2).


Marlon menyebutkan, hotel melati tumbuh sumbur di kawasan Batu Aji, jumlahnya mencapai puluhan. "Itu di Batu Aji, saya pastikan mereka tak memiliki izin apapun," kata politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Batam ini.


Hal tersebut diketahuinya dari tokoh masyarakat sekitar hotel, mereka tak pernah memberikan izin sempadan dari masyarakat. "Padahal itu dasar pengurusan izin," kata Marlon.


Tokoh masyarakat, lanjut Marlon sudah mengadukan kepada Pemko Batam. Namun hingga kini, tidak pernah dilakukan penertiban. "Mengapa tak ditertibkan? Yah karena ada oknum Pemko di belakangnya," tuturnya lagi.




[caption id="attachment_606" align="aligncenter" width="850"]Puluhan Hotel Di Batu Aji Tak Bayar Pajak Juga Meresahkan Masyarakat Puluhan Hotel Di Batu Aji Tak Bayar Pajak Juga Meresahkan Masyarakat[/caption]

Karenanya, Marlon meminta oknum tersebut ditindak, serta keberadaan hotel melati ilegal tersebut segera ditertibkan. "Atau diminta mengurus izin, sehingga jelas pemasukannya kepada daerah," katanya.


"Dengan begitu kan bisa menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam," katanya lagi.


Terpisah, Kabag Humas Pemko Batam, Ardiwinata mengatakan, setiap usaha harus memiliki izin sesuai dengan atauran dan ketentuan yang berlaku. Bila tidak, maka keberadaannya akan ditertibkan tim terpadu. "Secepatnya kita telusuri kebenarannya, kalau tak ada izin kita tertibkan," kata Ardiwinata.


Mengenai adanya oknum Pemko yang terlibat, Ardiwinata belum mendapatkan laporan itu. "Saya kira tak mungkin ada oknum," tutupnya.


source : Puluhan Hotel Di Batu Aji Tak Bayar Pajak Juga Meresahkan Masyarakat

Subscribe to receive free email updates: