Kesalahan Yang Sering Dilakukan Pencari Kerja, Termasuk CurriculumVitae (CV) tidak Spesifik

Newsindo.co - Bekerja dan menghasilkan uang dari keringat sendiri menjadi impian mayoritas anak muda Tanah Air. Usai menamatkan pendidikan, jutaan anak muda berbondong-bondong mencari pekerjaan dan memasukkan lamaran kerja ke banyak perusahaan.

Persaingan yang ketat sering membuat anak muda pencari kerja kesal. Di tengah kompetisi yang super ketat, keahlian mencari kerja harus diutamakan. Kesalahan khas pencari kerja pemula harus dihindari.

Jika kesalahan khas pencari kerja pemula dilakukan, Anda terancam akan terus menganggur karena tidak bisa bersaing dengan jutaan pelamar lainnya.

Berikut daftar kesalahan umum yang dilakukan pencari kerja pemula. Anda disarankan untuk menghindari kesalahan ini agar segera menjadi karyawan.

Berikut ulasannya :


1. Mengandalkan IPK
Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi memang bisa membantu dalam seleksi administrasi mencari kerja. Persyaratan IPK 3,0 bisa dilewati, namun prestasi akademik ini saja tidak menjamin Anda mendapat kerja. Mungkin sebenarnya Anda tidak sepintar yang Anda kira.

Tahap seleksi pekerjaan tak hanya administrasi. Banyak yang harus dilewati seperti psikotes, tes kesehatan dan wawancara.

Artinya, kualitas secara menyeluruh akan menentukan Anda diterima atau tidak di sebuah perusahaan. Transkip kuliah bukan sertifikat tanah yang bisa dijadikan jaminan.

2. CV tidak spesifik
Curriculum Vitae (CV) menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan seseorang dalam mencari kerja. Petinggi perusahaan atau departemen HRD pasti sudah berpengalaman membaca ribuan CV. Artinya, mereka bisa menilai karakter pelamar kerja berdasar CV yang dikirimkan.

HRD dan petinggi perusahaan juga bisa membedakan pelamar yang serius dan pelamar yang asal memasukkan lamaran.

3. Rewel soal gaji
Fresh graduate atau baru lulus kuliah dan digaji kecil itu merupakan hal yang biasa. Coba rendah hati dan ikhlas menerima gaji kecil sebelum punya pengalaman atau insting yang terasah. Fresh graduate diibaratkan kertas kosong dan perusahaan yang akan mengisinya dengan berbagai ilmu.

4. Hati-hati dengan media sosial
Sewaktu wawancara kerja, Anda pasti akan akan menonjolkan sisi positif diri. Namun demikian, perusahaan ingin tahu kepribadian Anda di luar wawancara kerja. Oleh karena itu, tak jarang perusahaan akan memantau aktivitas media sosial Anda.

Mulai sekarang, ada baiknya Anda lebih bijak dengan media sosial dan hindari menulis postingan yang isinya menggerutu, marah-marah, mengeluh atau menggosip.

5. Kurang riset perusahaan
Panduan membuat CV yang bagus saat ini sudah sangat banyak di internet. Namun, CV yang cemerlang juga harus diimbangi dengan komitmen untuk melatih diri menyiapkan wawancara.

Jangan sampai wawancara kerja dengan kepala kosong. Sehari sebelum wawancara, sibukkan diri dengan membaca tentang informasi perusahaan yang dilamar, serta industri mana perusahaan tersebut berkecimpung.

6. Jangan terpaku di zona nyaman
Saat ini, banyak anak muda lebih memilih untuk menganggur dan menunggu lowongan kerja impian dan sesuai dengan latar belakang. Hal ini sebenarnya salah karena masih banyak pekerjaan bidang lain yang tersedia.

Cobalah mengirim lamaran kerja untuk posisi yang menantang dan banyak mengasah skill, meski industrinya sangat jauh dari latar belakang Anda selama ini.

Subscribe to receive free email updates: