Ditolak Warga Koja, Ahok Batal Resmikan RPTRA

Newsindo.co, Jakarta - Warga Kecamatan Koja, Jakarta Utara menyatakan penolakan atas kedatangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di kawasan tersebut pagi ini, Kamis (26/5).

Bahkan mereka mengancam acara tersebut akan digeruduk ratusan warga dengan berunjuk rasa jika Basuki atau akrab disapa Ahok tetap datang. Aksi penolakan sebelumnya disebar via pesan elektronik dan diperkuat dengan surat pemberitahuan persatuan warga yang menamakan diri Presidium Jaringan Masyarakat Koja Tolak penggusuran kepada Kapolsek Metro Koja.

"Sebagaimana Surat kami dengan Nomor 006/SP-JMKTP/V/2016 tertanggal 24 Mei 2016 tentang pernyataan sikap kami yang MENOLAK kedatangan Sdr. AHOK selaku Gubernur yang rencananya akan hadir meresmikan RPTRA di RW. 08 Kel. Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara," tulis surat tersebut seperti yang dikutip merdeka.com, Kamis (26/5).

Dalam surat tersebut pun tampak sudah ditandatangani Kanit Intelkam Polsek Metro Koja, Jakarta Utara atas nama Slamet Giri. Pernyataan serupa pun datang dari warga yang menamakan diri Aliansi Elemen Masyarakat Se-Koja lewat pesan elektronik Whatsapp.

"Baiknya rencana peresmian RPTRA di Kec. Koja Kamis (26/5) besok (yang hanya merupakan acara seremony) disarankan jangan diresmikan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)," isi dalam pesan tersebut.

Dalam pesan itu juga berisi keinginan warga agar peresmian RPTRA itu diwakili oleh pejabat lain. Hal itu untuk mengantisipasi aksi protes dari masyarakat.

"Lebih baik diwakili saja oleh pejabat yang lain, karena akan mengundang reaksi dan aksi demo dari berbagai kalangan masyarakat di Koja," isi pesannya.

"Jika itu terjadi nanti akan banyak pihak yang merasa dirugikan/tersinggung. Peresmian kan cukup oleh wagub/sekda/PLT Walikota dll. Pesan ini disampaikan sekedar mengingatkan agar jangan terlalu memaksakan kehendak tanpa mempertimbangkan situasi & kondisi yang terjadi di masyarakat Jakut," jelas isi pesan itu.

Mendapat ancaman tersebut, Ahok memilih membatalkan kehadirannya dalam acara peresmian RPTRA yang sedianya dilakukan pagi ini. Tidak diketahui apakah kegiatan tersebut diwakilkan kepada pejabat lain atau dibatalkan seluruhnya.

Subscribe to receive free email updates: