Ahok Gak Bisa Maju Di PILGUB DKI 2017 Sebab 3 Parpol Pendukung Pecah

Newsindo.co, Jakarta - Isu pecahnya tiga partai politik yang mendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama mulai tergaung. Kabar yang beredar menyebut kader Partai Golkar, Hanura dan NasDem tampaknya mulai goyah haluan.


Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu menyatakan bahwa kemungkinan besar Basuki atau Ahok posisinya tidak aman. Dengan begitu, Ahok akan bimbang apakah dia bisa maju ataukah tidak.

“Saya dapat informasi, relawan sudah mulai terpecah, tiga partai pendukung itu kadernya mulai goyang. Jadi kita enggak tahu apakah Pak Ahok bisa maju atau tidak,” kata Masinton kepada wartawan, Senin (1/8). Masinton sendiri menyatakan partainya belum mengusung nama calon gubernur apalagi menyebut nama Ahok. Sebab, dalam mekanisme pertama yakni penjaringan calon yang digelar PDIP, Ahok tidak mendaftarkan namanya.

Selain itu, hingga kini belum ada wacana atau usulan dari kader PDIP untuk mengusung mantan Bupati Belitung Timur itu. “Hingga kini belum ada yang mengusulkan Pak Ahok untuk maju lewat PDIP,” ujarnya.

Sementara itu Ahok sendiri enggan mengomentari rumor terkait pecahnya koalisi parpol pendukungnya. Bagi orang nomor satu di Jakarta ini, masih banyak waktu untuk membicarakan Pilkada 2017. Apalagi soal pendaftaran resmi, menurut Ahok, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta akan menggelarnya pada 19 September mendatang.

Soal kabar tersebut, Ahok hanya memastikan tiga parpol pendukungnya masih solid dan tetap memberikannya dukungan untuk maju di Pilgub DKI 2017.

“Yang pasti tiga parpol sudah komitmen. Mereka mendukung saya tanpa macam-macam,” seloroh Ahok.

=> Ahok Gak Bisa Maju Di PILGUB DKI 2017 Sebab 3 Parpol Pendukung Pecah

Subscribe to receive free email updates: