Guru Dianiaya Orang Tua Murid, Pelaku Terancam 7 Tahun Bui

Newsindo.co, Makassar - Pada kasus guru dianiaya orangtua murid yang terjadi di SMKN 2 Makassar, pelaku yakni Adnan Achmad (43) dan anaknya MA (15) terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara. Hukuman tersebut adalah sanksi atas perbuatan peengeroyokan yang mereka lakukan terhadap guru Dasrul (52).

Sementara keduanya ditahan dan akan dikenai pasal 170 KUHP.

“Kami kenakan kedua tersangka pasal 170 dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelas Kepala Polsekta Tamalate, Kompol Muh Azis Yunus, Kamis (11/8/2016).
Namun menurut Azis, pihak berwajib masih akan menyelidiki lebih lanjut kasus guru dianiaya orangtua murid tersebut. Bisa saja nanti ada perubahan pasal yang dikenakan atau malah bertambah.

Azis menambahkan bahwa MA yang usianya masih 15 tahun atau belum dewasa, akan diadili berdasar UU Perlindungan Anak. Berbeda dengan sang ayah, MA akan mendapat pengecualian.

“Jelas ada pengecualian untuk anak di bawah umur. Kami masih dalamilah kasus ini,” tambah Azis.
Korban guru Dasrul hingga kini masih memperoleh perawatan akibat beberapa bagian wajahnya lebam terkena bogem dari kedua pelaku yang mengeroyok dirinya di sekolah. Hidung Dasrul diduga patah akibat terkena cincin akik yang dikenakan oleh ayah siswanya tersebut.


Dasrul melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut pada Polsekta Tamalate, dengan kondisi berdarah-darah pada Rabu (10/8/2016).

Dirinya dikeroyok setelah si siswa tak terima dimarahi karena tak membuat PR. MA, siswa tersebut pun menelpon ayahnya, dan tak diduga sang ayah langsung mendatangi sekolah dan menghajar guru Dasrul

Subscribe to receive free email updates: