Hina Presiden & Bangsa Batak, Facebooker Jadi Buronan Nasional

NewsIndo.co - "Mulutmu Adalah Harimaumu!!", mungkin pepatah tersebut cocok ditujukan kepada dua wanita Penghina Presiden dan Bangsa Batak berikut ini: Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa. Dan sebagai akibatnya, 2 Facebooker ini menjadi buronan Polri.

Nunik Wulandari II                             Andi Redani Putribangsa
  
Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa adalah dua nama facebooker yang paling dicari oleh para netizen beberapa hari ini. Pasalnya, sejak kedua wanita ini, lewat kicauannya yang menghina Kepala Negara, Jokowi dan Bangsa Batak di jejaring Facebook sontak menyulut emosi Orang Batak dan para pecinta Jokowi serta Polri. Polri sedang memburu pemilik akun tersebut setelah keduanya dilaporkan oleh anggota Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMLP), Lamsiang Sitompul ke Polda Sumut, Selasa (23/08/2016) sesuai Surat Bukti Lapor No. STTLP/1094/VIII/SPKT III, tanggal 23 Agustus 2016.


Adapun kicauan maut mereka itu sebagai berikut: 
Senin (22/08/2016), Akun bernama Nunik Wulandari II mempublish foto Presiden bersama Ibu Iriana saat menghadiri Acara Karnaval Kemerdekaan Pesta Danau Toba (KKPDT) di Parapat beberapa waktu yang lalu. Dalam foto tersebut, Nunik Wulandari menambahkan keterangan yang sarat kebencian: "Orang TOLOL di Pulau Samosir jd badut malah bangga....it's real....tanpa edit. SUMPAH NGAKAK LIAT PRESIDEN YANG SATU INI."


Dan nada-nada kebencian itu kian digemakan oleh pemilik aku Andi Redani Putribangsa yang menulis: "ORANG2 CACAT MENTAL...MIRIP..."




Bahasa kebencian yang ditulis oleh kedua pemilik akun tersebut menunjukkan betapa bangsa ini telah lama mengalami krisis moral dan toleransi serta sikap saling menghormati. Hujatan terhadap Kepala Negara dan suku tertentu di jejaring sosial bukan terjadi kali ini saja. Lewat kejadian ini, menjadi PR pemerintah dan Polri terkait realisasi Undang Undang nomor 11 tahun 2008 atau UU ITE. 


Penulis: Iphal Hombing


Subscribe to receive free email updates: