KASUS Penghinaan Terhadap Jokowi dan Bangsa Batak Diragukan?? Dicecar 12 Pertanyaan, Lamsiang Sitompul Dan Relawan Jokowi Mendapat PR Baru

NewsIndo.Co – Polda Sumut mulai menyelidiki laporan Ketua Aliansi Masyarakat Luat Pahae (AMPL) Lamsiang Sitompul tertanggal 23/08/2016 terkait dugaan penghinaan yang ditujukan kepada Jokowi dan Bangsa Batak oleh pemilik akun Facebook: Nunik Wulandari II dan Andi Redani. Penyidik Cyber Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut memeriksa pelapor beserta seorang saksi Lasman Johansen, Jumat (26/08/2016) lalu.
 
Lamsiang Sitompul dan Lasman Johansen hadir di Polda Sumut didampingi Relawan Jokowi dari Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat). Pemeriksaan yang berlangsung alot selama lima jam yang dimulai dari pukul 10.30 WIB hingga 15.30 WIB tersebut, oleh Penyidik, pelapor dicecar 12 pertanyaan yang mengharuskan Lamsiang Sitompul menyelesaikan PR baru. Selama pemeriksaan Lamsiang dan Lasman didampingi tiga penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum Perhimpunan Advokat Indonesia Cabang Medan. 

"Ada 12 pertanyaan yang ditanya penyidik kepada kami antara lain apakah mengenal pemilik akun Facebook penghina Presiden Joko Widodo dengan nama Nunik Wulandari II dan Andi Redani. Saya jawab tidak kenal," ujar Lamsiang kepada media usai diperiksa. 

Terhadap Lamsiang, penyidik juga menanyakan kapan pertama kalinya ia melihat akun Nunik dan Andi Redani. 

"Penyidik juga menanyakan pendapat saya tentang tulisan dan foto-foto Jokowi yang diunggah akun Facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putribangsa," lanjut Lamsiang. 

Lamsiang Sitompul juga ditanya soal kerugian moril yang diderita akibat postingan tersebut. 

"Bahwa saya sebagai Suku Batak merasa dipermalukan,diremehkan,direndahkan,dihina harkat dan martabat serta harga diri menjadi tercemar akibat kata-kata atau tulisan akun Facebook penghina Jokowi," kata Lamsiang. Dia mencontohkan tulisan, 'Orang TOLOL dipulau samosir jd badut malah bangga', diatas foto Jokowi yang berpakaian adat Batak di akun Nunik Wulandari II dan Andi Redani yang menyinggung perasaan orang di Pulau Samosir. Menurut Lamsiang, penyidik memintanya menyertakan surat keberatan dari kelompok masyarakat khususnya masyarakat Batak atas isi akun Faceboook yang menghina tersebut. 

"Saya akan segera mendapatkan puluhan surat keberatan dari organisasi perkumpulan atau punguan marga atas isi akun facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putri Bangsa," ujar Lamsiang. 

Sampai sejauh ini, sambung Lamsiang, dia terus mendapat dukungan dari berbagai organisasi Relawan Jokowi seperti Almisbat dan Relawan Projo. Wakil Direktur Reserse Kriminal Polda Sumut AKBP Maruli Siahaan mengatakan bahwa pihaknya masih akan memanggil sejumlah saksi dalam kasus penghinaan Presiden Jokowi. 

"Nanti akan dipanggil lagi beberapa saksi untuk menjelaskan bagian-bagian mana saja di Facebook Nunik Wulandari II dan Andi Redani Putri Bangsa mengandung unsur dugaan penghinaan kepada Presiden dan Suku Batak," lanjutnya. 

Sekjend Relawan Jokowi - Almisbat Sumut, Zulkarnain Ansor berharap polisi benar-benar serius dalam menangani kasus tersebut. Menurut Zul, pengaduan Lamsiang Sitompul merupakan momentum untuk membuktikan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang suka menghina. "Bukan karena Jokowi seorang Presiden. Kami berharap barangsiapa pun yang menghina dan merendahkan martabat orang lain baik secara lisan maupun tulisan dapat dihukum," Kata Zul. (Iphal Hombing). NewsIndo.co

Subscribe to receive free email updates: