Loket-Loket Pengurusan di Kantor Cabang Utama BPJS Medan Pada Kosong

Newsindo.co, Medan -  Pantauan di Kantor Cabang Utama BPJS Kota Medan Selasa pagi (09 Juli 2016) loket-loket pencetakan Kartu Peserta BPJS tampak sunyi. Dari 10 loket yang ada, hanya 1 loket (loket 6) yang beroperasi digawangi seorang Petugas Pria yang terlihat kewalahan melayani antrian panjang warga yang datang dari latar belakang yang berbeda dengan 1 tujuan yang sama, yakni memperoleh Kartu Sakti. Kartu BPJS Kesehatan.

Di meja lain, tampak 3 orang Remaja berseragam Sekolah SMK yang bekerjasama membantu Petugas untuk memotong dan melaminating kartu-kartu yang telah dicetak. Mereka siswa/i Kejuruan yang sedang menjalani Praktek Kerja Lapangan (PKL). Sedang dimana, dengan siapa para petugas itu di jam kerja begini?? Apakah mereka menggunakan space kerja untuk fitnes, shooping, wisata atau sibuk ber-sosmed di Restroom? Entahlah.

Jam tangan saya menunjukkan pukul 14:00 wib, namun para petugas yang sedari pagi dirindukan oleh para warga ini tak kunjung kelihatan, sementara antrian terus memanjang mencapai 3500-an, belum termasuk calon peserta yang memakai jasa calo. Bangku-bangku terisi penuh, tak sedikit warga yang terpaksa duduk dilantai, berkerumun di kantin kantor, atau hanya berlalu-lalang menunggu giliran. Bosan, gelisah dan kesal terpahat di wajah mereka.

Ya, jelas antrian sepanjang itu sangat tidak berimbang dengan hanya 1 loket yang difungsikan. Miris nian hati melihat para anak negeri, saudara-saudara yang memahami arti pentingnya kesehatan ini diperlakukan secara kurang manusiawi. Apa mereka terlihat seperti pengemis yang rela mengantri seharian demi mendapatkan Zakat & Sedekah?? Atau daging gratis?? Tidak! Mereka itu nantinya membayar iuran SEUMUR HIDUP mereka. Karena jika nantinya mereka tidak SETIA membayar (mungkin karena TIDAK MAMPU MEMBAYAR atau MERASA TIDAK PERNAH MENGGUNAKAN), maka mereka akan BERHUTANG kepada NEGARA. HUTANG SEUMUR HIDUP!!! Dan kalau akhirnya hanya menjadi PENGUTANG SEUMUR HIDUP, haruskah mereka dibiarkan mengantri seharian?? Cemas, gelisah dan marah?? Dimanakah perwujudan PANCASILA itu??

kita ini yang sudah berkarat menunggumenghitung tiap nomor antrian dengan harap-harap cemas. "Kalo sampai sore tidak selesai,tentunya sia-sia menunggu hari ini dan akan diminta kembali besok." Keluh salah seorang kakek yang setia duduk dilantai. Menunggu. Karena ruangan penuh sesak dan habis kursi-kursi telah terisi. Pak Presiden Yang Terhormat, lihatlah rakyatmu yang polos ini! Kami di bodoh-bodohi para abdimu yang tak bertanggung jawab ini. Padahal rakyatmu ini, Pak Presiden,hanya ingin menikmati sebagian uang mereka. Karena uang yang dikelola oleh BPJS adalah Uang kami juga. UANG RAKYAT. Namun selalu dipersulit.

Subscribe to receive free email updates: