Dewan Menghimbau Agar Tak Membangun Di Lahan Sengketa Sari Rejo

Newsindo.co - Anggota Komisi A DPRD Kota Medan, Mulia Asri Rambe atau biasa disapa Bayek meminta agar seluruh aktifitas pembangunan diatas lahan yang menjadi sengketa antara warga Sari Rejo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) dengan pihak TNI AU ditiadakan sampai ada penyelesaian lanjutan dari koflik yang beberapa pekan lalu pecah.

"Bulan lalu sudah ada kesepekatan agar kedua belah pihak agar masing-masing menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan di lokasi lahan yang masih sengketa. Artinya, jangan ada yang melakukan kegiatan diatas lahan tersebut menunggu ada keputusan terbaru yang saat ini sedang proses," ujar Bayek kepada wartawan di gedung Dewan, Rabu (14/9).

Lanjut Bayek, semua pihak dan elemen masyarakat diharapkan dapat menjaga kondusifitas kota Medan. Maka untuk itu kesepakatan hasil RDP harus benar-benar dijalankan sehingga tidak terjadi gejolak. Kepada masyarakat diminta untuk tidak mudah terpancing gesekan oknum-oknum tertentu.

Sebagaimana diberitakan, pihak Lanud Soewondo dan Formas bersengketa terhadap lahan yang berada di Kelurahan Karang Sari dan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia. Pihak Lanud berencana membangun Rusunawa Prajurit di lahan yang menurut mereka masuk dalam daftar inventaris kekayaan negara. Namun disisi lain masyarakat Sari Rejo yang tergabung dalam FORMAS mengklaim bahwa lahan dimaksud  adalah milik warga karena sudah mendudukinya puluhan tahun lamanya. 


Penulis: Iphal Hombing

Subscribe to receive free email updates: