Dituntut 20 Tahun Penjara, Jessica Wongso Tertunduk Lesu Serta Ajukan Pleidoi

Jessica Kumala Wongso tertunduk lesu di kursi pesakitan
Newsindo.co – Medan – Proses hukum guna mengungkap misteri kematian Mirna Silahin yang menyita banyak waktu dan perhatian – 27 kali bersidang – serta melahirkan banyak spekulasi akhirnya memiliki titik terang. Oleh Jaksa Penuntut Umum (PU), Jessica Kumala Wongso atau Jessica alias Jess, terdakwa atas pembunuhan Wayan Mirna Salihin, akhirnya dituntut 20 tahun. Sidang pembacaan tuntutan itu digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2016).

Menanggapi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), Jessica dan tim kuasa hukumnya akan mengajukan pleidoi atau nota pembelaan.

"Iya Yang Mulia, dibuat sendiri," ujar Jessica dalam persidangan.

Majelis hakim memberikan waktu satu pekan kepada tim kuasa hukum Jessica untuk menyusun nota pembelaannya dan dijadwalkan  akan dibacakan di persidangan pada 12 Oktober 2016.

(Silahkan baca juga: Jessica Pembunuh Berdarah Dingin, Sadis dan Keji)

Dalam surat tuntutan yang dibacakan malam ini, jaksa menilai, Jessica terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Mirna.

"Kami berkesimpulan, perbuatan terdakwa Jessica Kumala telah terbukti sah dan meyakinkan serta telah memenuhi rumusan tindakan pidana pembunuhan berencana dalam Pasal 340 KUHP," Ujar Jaksa.

Tim jaksa yakin, Jessica membunuh Mirna atas dasar sakit hati karena Mirna menasihatinya soal asmara.
Mirna, kata jaksa, menyampaikan kepada Jessica agar ia tidak menjalin hubungan dengan mantan pacarnya, Patrick, yang disebut Mirna sebagai seseorang yang kasar, memakai narkoba, serta tidak bermodal.


Jess Dianggap Sadis Dan Keji
Dalam menyusun tuntutan, tim Jaksa mempertimbangkan hal yang memberatkan ataupun meringankan Jessica. Yang memberatkan Jessica, menurut jaksa, perbuatannya telah menimbulkan kesedihan yang mendalam terhadap pihak keluarga Mirna. Selain itu, perencanaan untuk menghilangkan nyawa korban dinilai dilakukan secara matang dan dengan keteguhan niat.

Jaksa juga menyebut perbuatan Jessica ini sangat keji karena Mirna adalah temannya sendiri.

"Perbuatan ini juga tergolong sadis karena sianida tidak langsung membunuhnya, tetapi menyiksa Mirna sampai akhirnya meninggal dunia," kata Jaksa.

Selain itu, Jessica dinilai berbelit-belit dalam menyampaikan keterangan selama persidangan berlangsung. Jaksa menyebut Jessica tidak mengakui perbuatannya dan tidak menyesal sedikit pun.

"Terdakwa membangun alibi guna mengaburkan fakta dengan menyebarkan informasi menyesatkan," ujar Jaksa.

Sementara itu, Jaksa tidak menemukan hal-hal yang meringankan Jessica.

Subscribe to receive free email updates: