PERTAMA KALI DALAM SEJARAH..! HKBP MENGINJAKKAN KAKI DI ISTANA PRESIDEN

Newsindo.co, Jakarta - Sejarah baru HKBP terukir pada tanggal 27 Maret 2017 dimana pertama sekali dalam sejarah HKBP Pucuk Pimpinan HKBP Ompui Ephorus HKBP menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Bertemu dengan Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo, Ompui Ephorus didampingi oleh Kepala Departemen Marturia Pdt. Dr. Anna V. Pangaribuan, Praeses DKI Jakarta Pdt. Midian KH. Sirait, M.Th, Praeses Bekasi Pdt. Banner Siburian, M.Th, Praeses Deboskab Pdt. Berlin Tamba, M.Div, Praeses Banten Pdt. Robert Pandiangan, M.Th, Kabiro Perencanaan Pdt. Sumurung Samosir, S.Th, Pdt. Gomar Gultom, M.Th, Effendi M.S. Simbolon, Ir. Nepos Pakpahan, M.Si, Kepler Marpaung, dan Pdt. Alter P. Siahaan.

Berita rencana pertemuan ini diterima oleh Praeses DKI Jakarta Pdt. Midian KH. Sirait, M.Th pada Minggu Malam dari Mensesneg bapak Pramono Anung kalau HKBP diundang Presiden RI untuk bertemu di Istana Kepresidenan. Berita ini pun disambut baik dan langsung disampaikan kepada Ompui Ephorus yang pada minggu malam Ompui Ephorus sedang berada di Jakarta dan bersama dengan Praeses DKI Jakarta sedang merayakan Ulang Tahun Praeses DKI Jakarta Pdt. Midian KH. Sirait ke 60 tahun.

Walaupun berita ini bisa dikatakan mendadak, tetapi pertemuan ini dibicarakan dengan baik oleh Ompui Ephorus bersama dengan Pdt. Midian KH. Sirait, M.Th, Pdt. Gomar Gultom, M.Th, dan Nepos Pakpahan. Dari hasil diskusi itulah maka ditetapkan yang akan mengikuti pertemuan dengan Presiden diantaranya:
  1. Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin lumbantobing
  2. Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Dr. Anna V. Pangaribuan
  3. Praeses VIII DKI Jakarta Pdt. Midian KH. Sirait, M.Th
  4. Praeses XIX Bekasi Pdt. Banner Siburian, M.Th
  5. Praeses XXVIII Deboskab Pdt. Drs. Berlin Tamba, M.Div
  6. Praeses XXI Banten Pdt. Robert Pandiangan, M.Th
  7. Kepala Biro Perencanaan HKBP Pdt. Sumurung Samosir, S.Th
  8. Gomar Gultom, M.Th (Pendeta HKBP yang melayani di PGI sebagai Sekum PGI)
  9. Alter Pernando Siahaan, S.Th (Sekretaris Khusus Ephorus HKBP)
  10. Nepos Pakpahan, M.Si (Utusan dari jemaat)
Kesepuluh nama tersebutlah yang berangkat dari HKBP untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia di Istana berdasarkan hadil diskusi minggu malam begitu mendengar berita tersebut. Kesepuluh nama tersebutlah yang disepakati untuk terlebih dahulu berkumpul di Kantor Pusat PGI di Jln. Salemba Raya Jakarta pada Pkl. 09.30 Wib, dan berangkat bersama menuju Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Setibanya di Kantor Pusat PGI, Ompui Ephorus bersama nama-nama diatas juga disambut oleh Ketua Umum PGI Ibu Pdt. Dr. Henriette T. Hutabarat – Lebang bersama pegawai dan staf Kantor Pusat PGI. Tentu ini juga menjadi sejarah bagi PGI ketika Pucuk Pimpinan HKBP dan nama-nama diatas yang dalam rangka bertemu Presiden RI sekaligus juga berbincang-bincang di Kantor Pusat PGI tersebut. Di tengah-tengah persiapan untuk berangkat bersama, dengan kejutan tentunga bapak Effendi MS Simbolon yang didampingi oleh bapak Kepler Marpaung hadir menemui dan ikut bersama rombongan Ompui Ephorus untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia.

Ompui Ephorus bersama rombongan pun berangkat menuju Istana sekitar Pkl. 10.35 Wib, dan perjalanan sekitar 25 menit itu menghantarkan rombongan tiba di kompleks Istana Kepresidenan yang dikawal dengan ketat. Sebelum memasuiki Istana Kepresidenan, Ompui Ephorus bersama rombongan disambut oleh Ibu br. Hutagalung (Jemaat HKBP berasal dari Tarutung, bekerja sebagai staf kepresidenan) dan mengikuti proses pemeriksaan identitas sampai dua tahap, pada tahap pertama petugas meminta identitas KTP masing-masing dan pada tahap kedua kembali mengikuti pemeriksaan data.

Di ruang tunggu menuju Istana, Ompui Ephorus bersama rombongan juga bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM bapak Yasonna Laoly yang sedang bersama rombongannya juga menunggu jadwal bertemu dengan Presiden. Proses memasuki Istana Kepresidenan, Ompui Ephorus bersama rombongan yang dipandu dari staf kepresidenan memasuki dua tempat ruang tunggu. Dalam proses menunggu ini, ada yang menarik, disela-sela canda gurau rombongan bersama Ompui Ephorus ada salah satu Pengawal istana memanggil Ompui Ephorus, yang ternyata adalah salah satu jemaat HKBP yang bekerja sebagai Paspampres RI dari latar belakang TNI sangat besar kerinduannya bertemu dan berfoto dengan Ompui Ephorus HKBP.

Tiba waktunya Ompui Ephorus bersama rombongan dipersilahkan memasuki Istana Kepresidenan. Ketika dibukakan pintu, rombongan Ompui Ephorus langsung disambut oleh Mensesneg bapak Pramono Anung sambil beberapa juru kamera Istana yang langsung memfoto Ompui Ephorus. Bapak Pramono Anung memandu rombongan Ompui bertemu dengan Presiden, dan Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo menyalami Ompui Ephorus bersama rombongan satu persatu dengan sambutan senyuman dan tawa ciri khas beliau.

Presiden Republik Indonesia bapak Ir. Joko Widodo didampingi oleh bapak Pramono Anung dan Menteri Koordinator Kemaritiman bapak Jend (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, menyambut Ompui Ephorus bersama rombongan dan duduk bersama di Meja Pertemuan Istana Kepresidenan. Dengan tutur sapa yang ramah dan sopan dilantunkan bapak Presiden dan disambut kembali oleh Ompui Ephorus HKBP degan penuh sukacita tawa.

Sekitar tiga puluh menit berdialog antara Presiden Republik Indonesia dengan Ompui Ephorus dan rombongan, ada beberapa pokok penting yang disampaikan oleh Ompui Ephorus, diantara;
  1. Ompui Ephorus menyampaikan salam dari seluruh pelayan dan jemaat HKBP, yang notabandnya juga adalah warga Indonesia. Dan Bapak Presiden menyampaikan sambutan juga.
  2. Ompui Ephorus menjelaskan harapan yang hendak dicapai bersama baik gereja dan pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Ompui Ephorus menjelaskan harapan gereja HKBP atas kerjasama dengan pemerintah untuk membimbing warga dan menolong warga untuk hidup dalam kelayakan bahkan kesejahteraan, baik itu dalam pembangunan secara fisik maupun jiwa atau semangat masyarakat. Bukan hanya peran gereja saja yang bisa mencapai ini, tetapi besar pengaruhnya bila bisa bekerjasama dengan pemerintah dan berbagai pihak di tengah-tengah masyarakat. Oleh karena itu, Peran dan kerjasama sangat dibutuhkan satu sama lain.
  3. Ompui Ephorus memperkenalkan HKBP baik pelayan, peta pelayanan, dan program pelayanan HKBP secara khusus dalam periode ini, demikian yang hadir dalam pertemuan ini. Dalam penjelasannya, Ompui mengatakan kalau HKBP yang dalam peta pelayanannya terdiri dari 30 distrik tersebar di seluruh Indonesia. Dalam peranan gereja HKBP di tengah-tengah masyarakat, HKBP dengan program di setiap gereja lokal terus berupaya dengan pelayanan gerejanya untuk mengajak warga melakukan tugasnya. Dalam penjelasan ini jugalah kalau Ompui juga menjelaskan lebih detail uraian program dalam periode 2016 – 2020 misalnya dalam tahun 2017 ini dengan orientasi pelayanan Pendidikan dan Pemberdayaan. Pendidikan ini harus kembali dibangun bukan sekedar kepentingan HKBP saja tetapi untuk menyeluruh dalam kepentingan bangsa Indonesia ini juga. Tidaklah mungkin kalau kemajuan itu tidak diisi oleh orang-orang yang bijaksana, dan kebijaksanaan itu (Pintar dan Takut Akan Tuhan) tentu dibangun dengan pendidikan yang berkualitas dan pemberdayaan jemaat atau warga umumnya. Demikian Ompui juga menjelaskan kalau HKBP sebenarnya memiliki banyak asset namun pemberdayaan akan asset tersebut belum maksimal, misalnya saja ada sekolah-sekolah yang dulunya bagus dan populer di bangsa ini namun sekarang kualitasnya berkurang walapun belakangan ini ada perbaikan di beberapa wilayah dan ini diharapan untuk menyeluruh. Demikian juga asset tentang berbagai bidang baik kesehatan dan pertaian. Demikian sangat dibutuhkan juga peran pemerintah untuk membangun ini dalam rangka juga untuk membangun bangsa.
  4. Ompui Ephorus memberikan apresiasi atas pelayanan/kinerja Bapak Presiden untuk berbagai upaya memajukan daerah-daerah di nusantara ini, termasuk yang saat ini menjadi pusat perhatian pengembangan daerah wisata Danau Toba. Dalam penjelasan tambahan Pdt. Sumurung Samosir menambahkan kalau HKBP juga mendukung program pemerintah untuk pengembangan daerah wisata termasuk Danau Toba di Tapanuli. Ini tentu menjadi kabar gembira bagi warga tapanuli khususnya dan Indonesia tentunya. Demikian juga dalam penjelasnnya Bapak Effendi MS Simbolon memberikan keterangan bagaimana peran HKBP dalam membangun kemajuan bangsa, dengan jumlah jemaat yang terbesar dan gereja-gereja tersebar di Indonesia bahkan di Luar Negeri menjadi pertimbangan penting bagi Pemerintah Indonesia. Praeses DKI Jakarta bapak Pdt. Midian KH. Sirait, M.Th juga menjelaskan kalau sebetulnya di DKI Jakarta tidak ada masalah yang besar tentang kerukunan umat beragama yang ada adalah persaingan Pilkada.
  5. Ompui Ephorus juga menyampaikan harapan agar Presiden Republik Indonesia berkenan berkunjung ke Kantor Pusat HKBP di Pearaja. Dalam kesempatan ini juga, Bapak Presiden sendiri menyambut dengan baik, dan beliau meminta agar dijadwalkan dalam waktu dekat berkunjung ke Pearaja-Tarutung.
  6. Ompui Ephorus juga menjelaskan pentingnya untuk tetap memberikan perhatian dalam rangka memelihara kepelbagaian, menghargai keberagaman di Tanah Air ini. Sebagaimana keterangan bapak Presiden RI juga tentang ada upaya yang terjadi belakangan ini sering mengganggu kerukunan umat beragama.
Dalam kerangka keenam poin penting ini, bapak Ir.Joko Widodo membenarkan kalau sebenarnya di daerah-daerah khususnya di Sumatera Utara tidak ada masalah menyangkut kerukunan Umat Beragama. Kalau di daerah lainnya ada yang coba-coba mengganggu umat beragama, itu dikarena oleh segelintir orang intoleran dan lebih dominan terjadi dikarenakan pemilihan kepala daerah, ujar beliau sambil senyum. Yang hangat dibicarakan dan menyita perhatian adalah yang di jakarta dan sekitarnya tetapi itu sebenarnya dikarenakan adanya Pilkada atau pemilihan Gubernur yang sering dikaitkan ke agama. Bapak Presiden juga menjelaskan tentang kedatangannya ke Mandailing Natal dalam rangka kerukunan umat Batak Islam disana yang juga mereka mengundang secara khusus dari HKBP, dan umat lainnya. Kerukunan disana menurut saya cukup baik, demikian tutur bapak Joko Widodo. Kemudian bapak Ir. Joko Widodo juga bertanya kepada Ompui Ephorus, “menurut Bapak Ephorus HKBP, bagaimana pengaruh intoleran di warga Kristen umumnya maupun didaerah?”

Ompui memberikan tanggapan kalau warga Kristen khususnya HKBP selalu berupaya mencipta komunikasi yang baik dan memelihara toleransi umat beragama di setiap tempat, demikian di Tapanuli orang Batak terbuka tidak tertutup dan itu terbukti di kemajemukan masyarakat tapanuli sekarang dan kita menghargai perbedaan yang ada disana. Tetapi di beberapa tempat ada yang mencoba dan membuat gangguan untuk beribadah dan itu sebenarnya adalah upaya dari kelompok yang intoleran. Untuk itu sangat dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak secara khusus pemerintah dari pusat sampai ke daerah-daerah. Penting sekali Pemerintah Pusat juga memberikan pengarahan kepada pemerintah di berbagai daerah agar peraturan daerah tidak mempersulit justru seharusnya membantu masyarakat baik dalam berbagai bidang termasuk membangun rumah ibadah.  Dalam kesempatan ini, bapak Presiden mengucapkan terimakasih karena HKBP telah ikut memelihara kerukunan umat beragama dan bekerjasama dengan pemerintah membangun bangsa.

Pertemuan ini diakhiri dengan keakraban satu sama lain, dan menyempatkan untuk berfoto bersama. Bapak Presiden menyampaikan sukacitanya dan salam beliau kepada seluruh jemaat HKBP, dan menghantarkan Ompui Ephorus dan rombongan meninggalkan Istana Kepresidenan.
Penulis, Pdt. Alter Pernando Siahaan, S.Th
source : http://hkbp.or.id/2017/03/27/ompu-i-ephorus-hkbp-bertemu-dengan-presiden-ri-di-istana-kepresidenan/

Subscribe to receive free email updates: